NASIONAL

Ormas Aceh Tolak Seleksi Sepakbola Wanita

WartaDetik.com, Lhokseumawe – Forum komunikasi dan OKP Pengawal Syariat Islam Kota Lhokseumawe menolak secara tegas seleksi pemain sepakbola wanita (U-17) yang sedang dilakukan. Sebab dinilai sangat bertentangan dengan harkat, martabat dan marwah Perempuan Aceh yang berlandaskan syariat Islam dan kearifan lokal Masyarakat Aceh.

Penolakan tersebut dilakukan oleh sejumlah Ormas Islam di Kota Lhokseumawe, Kamis (4/7/2019) yang bertempat di halaman Mesjid Islamic Centre Lhokseumawe. Sejumlah Ormas ini menggelar konferensi pers dengan memberikan keterangan dan alasan penolakan terhadap kegiatan liga sepakbola berjenjang piala Menpora tahun 2019 untuk usia 14, 16 dan 17 tahun Putri.

Menurut Koordinator Ormas, Tgk. Sulaiman Lhokweng, pihaknya menilai bahwa kegiatan seleksi dan rencana pengiriman delegasi sepakbola wanita dari Aceh yang dimulai akhir Juli hingga awal September 2019 secara nasional, tidak sesuai dengan penyelenggaraan keistimewaan Provinsi Aceh.

Sesuai dengan Undang-undang No. 4 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh, Undang Undang Dasar No. 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh; Qanun No.9 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kehidupan Adat Istiadat dan kearifan lokal masyarakat Aceh, serta kaidah Ushul “Dar’ul mafasid muqaddam ‘ala jalbil mashalih/menolak ke rusakan lebih utama daripada mengambil kemashlahatan”.

“Dari pertimbangan di atas, maka Kami menolak secara tegas seleksi tersebut. dimana informasinya akan dilaksanakan pada tanggal 30 Juni hingga 14 Juli 2019 bertempat di Stadion PT. Perta Arun Gas Batuphat Kota Lhokseumawe,” ucap Tgk Sulaiman.

Sejumlah Ormas dan OKP Pengawal Syariat Islam di Kota Lhokseumawe secara jelas dan tegas menolak segala bentuk kegiatan yang bertentangan dengan Syari’at Islam dan kearifan lokal masyarakat Aceh. Selain itu, pelaksanaan liga sepakbola berjenjang piala Menpora ini dinilai sangat bertentangan dengan harkat, martabat dan marwah Perempuan Aceh yang berlandaskan syariat Islam dan kearifan lokal Masyarakat Aceh.

Oleh karena itu, para Ormas ini menuntut panitia penyelenggara tingkat kota dan provinsi untuk membatalkan dan membubarkan segala bentuk kegiatan yang bertentangan dengan penerapan Syariat Islam dan kearifan lokal Masyarakat Aceh.

“Kita menuntut Pemerintah Provinsi Aceh dan Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLiSPI), agar membatalkan seleksi dan pengiriman delegasi tim Sepakbola U-17 putri ke tingkat nasional karena bertentangan dengan marwah masyarakat Aceh,” tegas Tgk Lhokwen yang didampingi sejumlah perwakilan Ormas dan OKP lainnya.
Bukan itu saja, Tgk Sulaiman juga meminta pihak Stadion PT. Perta Arun Gas, agar lebih selektif dalam memberikan izin tempat, terlebih kegiatan Syari’ah Islam dan kearifan Lokal Aceh.

“Kita meminta agar Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLiSPI) meminta maaf kepada seluruh umat Islam Kota Lhokseumawe dan Aceh, secara umum karena telah melukai perasaan dan kearifan lokal masyarakat Aceh, dengan meng-eksploitasi perempuan Aceh di bidang sepakbola,” tegasnya seraya meminta semua pihak agar dapat menghormatinya dan menjalankannya sesuai dengan tuntutan syariat Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

(layarberita.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *