DAERAH

Muslim Menyayangkan Penahanan Geuchik Munirwan

Wartadetik.com, Aceh Utara – Ketua Umum DPW Partai SIRA Aceh Utara Muslim Syamsuddin, ST, Anggota DPR Aceh yang terpilih di periode 2019-2024 sangat menyayangkan penahanan terhadap Geuchik Gampong Meunasah Rayeuk Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara Tgk. Munirwan oleh Polda Aceh.

Pemerintah Aceh seharusnya melakukan pembinaan, bukan malah menangkap. Apalagi selama ini para petani yang menggunakan benih IF8 belum ada yang komplin, malahan masyarakat yang bertani merasa senang setelah menggunakan benih tersebut karena produksi padi mereka meningkat dua kali limpat, kata Muslim Syamsuddin kepada Wartadetik.com, Rabu (23/7/2019).

“kejadian ini tidak boleh dibiarkan, Pemerintah itu harus menjadi pendamping dan menyemangati mereka yang ingin maju, bukan menyudutkan, seharusnya apa yang menjadi kendala diperbaiki, apalagi di tahun 2017 Gubernur Aceh juga yang pertama kali mengedarkan di Aceh”, jelasnya.

Lanjut Muslem, setelah lahir benih padi IF8, kebanyakan masyarakat berbondong untuk memakai benih padi itu. Meskipun sekarang Pemerintah melarang menjual belikan benih tersebut, akan tetapi masyarakat masih menyimpan benih hasil panen mereka untuk disemai di tahun mendatang.

“Disini dapat kita lihat juga, dengan ide cemerlang keuchik tersebut, Gampong Meunasah Rayeuk sudah membesarkan nama Aceh, jadi dalam hal ini perlu pertimbangan yang sangat matang menyangkut penahanan beliau,” jelasnya.

Muslim menjelaskan, Atas Inovasi ini keuchik Gampong (Desa) Meunasah Rayeuk tersebut sudah seperti pahlawan membesarkan nama Aceh tingkat nasional setelah meraih juara II Nasional Inovasi Desa yang diserahkan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sanjojo. Inovasi tersebut kemudian dikelola melalui Badan Usaha Milik Gampong dan sudah menjual bibit itu hingga ke empat kecamatan. Desa itu juga pernah sukses menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PAD) hingga Rp1,5 miliar. Prestasi ini kemudian dibalas dengan penahanan Munirwan ke Polda Aceh.

“Desa tersebut telah mendapat penghargaan dari pemerintah, kita berharap Dinas Pertanian dan perdagangan Aceh dapat menarik tuntutan yang diadukan kepada Munirwan”. Tambahnya.

Dirinya juga berharap, karena keuchik tersebut sudah seperti pahlawan membesarkan nama Aceh tingkat nasional, ada pertimbangan dari pihak kepolisian, minimal dapat menangguhkan penahanannya. Dan jangan langsung ditangkap seperti saat ini, dan pemerintah Aceh harus melihat lebih jauh terhadap potensi Aceh kedepan dibidang pertanian. (mk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *