NASIONAL

Muazzah, Pelajar Berprestasi di Aceh Utara

Wartadetik.com, Aceh Utara –  Orang lain bisa kenapa kita tidak. Itulah ucapan yang keluar dari mulut Muazzah, Siswi kelas 3 SMA Negeri 1 Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara.

Putri cantik asal Gampong Lhok Kuyun, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, salah satu pelajar dengan segudang prestasi. Di usia yang masih 18 tahun, Dia berhasil mengarang dan meluncurkan dua buku  berjudul Literasi Siswa Menuju Aceh Carong dan Kemilau Literasi Aceh.

Putri ke tiga dari empat bersaudara, pasangan (Alm) Nur Asma dan Nurdin itu, sudah mulai menulis buku sejak masih duduk di bangku kelas 1 SMA. Dan saat ini, wanita kelahiran 12 Agustus 2001 juga dinobatkan sebagai Duta Literasi Sekolah tahun 2019.

“Senang, bersyukur dan terharu. Karena duta literasi ini sangat langka kita dengar di Aceh. Apalagi di Aceh Utara sendiri, ini baru perdana launching buku dari hasil karangan siswa,” kata Muazzah.

Remaja berkulit putih dan memiliki hobi menulis itu, juga memiliki sejumlah prestasi. Yakni, Juara I lomba cerdas cermat tingkat Kabupaten Aceh Utara tahun 2017, Juara Umum siswa berprestasi di Tingkat MTSN 1 Bireuen, Juara III Olimpiade Biologi tingkat MTSN sekabupaten Bireuen dan Rangking I di SMAN 1 Muara Batu.

“Motivasi saya untuk menulis buku ini karena, ketika melihat orang lain bisa sukses menjadi seorang penulis dan novelis. Kenapa kita tidak bisa, maka dalam hal ini jika ada kemauan pasti akan bisa seperti mereka,” ucap anak Piatu yang sekarang hanya tinggal bersama Ayah dan saudaranya itu.

Muazzah mengaku, selama ini belum ada kendala apapun dalam mengarang buku-buku tersebut. Hanya saja hasil karya perdananya yang mengalami kesulitan, karena baru pertama kali menulis.

“Buku pertama yang ada kendala, buku kedua yakni Jilid Pertama Kemilau Literasi Aceh dan Jilid II Gold Generation 2019, Alhamdulillah sudah lancar,” aku anak dari Petani Aceh Utara itu.

Muazzah juga berpesan, kepada generasi muda medatang, agar melanjutkan gerakan literasi sekolah tersebut. Karena, siswa dan pelajar ini merupakan generasi penerus bangsa mendatang.

“Kalau bukan kita siapa lagi?. Apalagi, karya ini sangat berharga untuk masa depan kita nanti,” ujarnya