INTERNASIONAL

Mantan Presiden Robert Mugabe Meninggal Dunia

WARTADETIK.COMMantan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe meninggal di usia 95 tahun setelah berjuang melawan sakit yang telah dideritanya, pada Jumat (6/9).

Ministry of Foreign Affairs (MFA) atau Kementerian Luar Negeri setempat menyampaikan, Mugabe meninggal pada pukul 0240 GMT di Rumah Sakit Gleneagles Singapura tempat ia dirawat di rumah sakit pada bulan April, kata seorang diplomat Zimbabwe di Afrika Selatan kepada AFP, yang berbicara dengan syarat anonim. Saat ini jenazah Mugabe sedang di atur untuk dipulangkan kembali ke Zimbabwe (7/9).

“Kementerian Luar Negeri menyatakan belasungkawa atas meninggalnya mantan Presiden Republik Zimbabwe pagi ini di Rumah Sakit Gleneagles di Singapura,” kata MFA dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat yang dikutip dari Channel News Asia.

“Kementerian sedang bekerja dengan Kedutaan Besar Zimbabwe di Singapura untuk mengatur agar jenazah almarhum Mugabe diterbangkan kembali ke Zimbabwe.”

“Mugabe meninggal sekitar pukul 10.40 pagi,” kata seorang diplomat senior Zimbabwe.

Terlihat Claudius Nhema, Charg dAffaires atau Kuasa Usaha atau pejabat diplomatik Zimbabwe untuk Singapura berada di gedung Singapore Casket pada Jumat sore, dan terlihat juga mobil dengan plat diplomatik dan mobil jenasah di daerah itu.

Presiden Zimbabwe juga penerus Robert Mugabe, Emmerson Mnangagwa, mengumumkan kematian Mugabe di akun Twitternya.

“Dengan sangat sedih saya mengumumkan kematian bapak pendiri Zimbabwe sekaligus mantan Presiden, Cde (Kamerad) Robert Mugabe,” kata posting itu

Bulan lalu dilaporkan Mugabe telah menjalani perawatan di rumah sakit Singapura sejak Mei 2018, karena penyakit yang belum di ketahui.

Robert Mugabe merupakan mantan tahanan politik yang berubah menjadi seorang pemimpin gerilyawan yang berkuasa pada pemilihan 1980. Naiknya Mugabe setelah pemberontakan yang meningkat dan sanksi ekonomi memaksa pemerintah Rhodesian ke meja perundingan.

Awalnya, kepemimpinan Mugabe memenangkan pujian internasional atas kebijakannya yang dinyatakan tentang rekonsiliasi rasial dan untuk memperluas layanan pendidikan dan kesehatan yang ditingkatkan kepada mayoritas kulit hitam. Tapi pujian itu seakan hilang dengan cepat ketika dia menindak lawan-lawannya.

Selama 1980-an, ia juga memimpin kampanye terkenal bernama Gukurahundi, dimana menewaskan 20.000 pembangkang.

Penyitaan yang kejam atas tanah pertanian milik orang kulit putih membuatnya menjadi paria internasional, meskipun statusnya sebagai pahlawan pembebasan masih terdengar kuat di seluruh Afrika.

Kesehatan Mugabe melemah dan menciptakan cela untuk militer yang akhirnya turun tangan untuk menghancurkan ambisi istri kedua presiden, Grace. Mereka memilih Mnangagwa, yang merupakan wakil presiden Mugabe pada saat dia menjabat.

Dilansir dari Al Jazeera, sempat terjadi kerusuhan yang mengakibatkan setidaknya enam orang tewas karena Mnangagwa menang atas hasil suara dan dianggap menggunakan cara curang. Namun ia tetap resmi di pilih pada Juli 2019.