DAERAH

Mahasiswa Audiensi Dengan KPK, Ini Yang Diadukan

Wartadetik.com, Lhokseumawe –Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh melakukan audiensi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam audiensi itu pihaknya membahas terkait maraknya indikasi korupsi di Provinsi Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Utara dan Lhokseumawe.

“Tujuan kita lakukan audiensi bersama KPK guna menyampaikan langsung terkait berbagai indikasi korupsi di Aceh,” kata Ketua Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, Muhammad Fadli, Jumat (29/11).

Fadli menambahkan, selama ini Aceh dengan gelontoran dana otonomi khusus (Otsus) yang luar biasa, namun masih menduduki posisi daerah termiskin Sepulau Sumatera. Tentunya ada manajemen keuangan yang salah disini.

“Kami  ingin KPK dengan wewenang pencegahan dan penindakan bisa lebih memonitoring Provinsi Aceh. Agar masyarakat bisa terlepas dari kemiskinan dan bisa hidup lebih sejahtera kedepannya ketika tikus-tikus berdasi ini bisa dimusnahkan,” ujarnya.

Tambah Fadli, pihaknya juga menyampaikan, yang paling urgensi adalah terkait Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Dimana kedua kabupaten dan kota ini saling kejar-kejaran sebagai termiskin Provinsi Aceh. Pertumbuhan ekonomi masyarakatnya stagnan, tidak ada perubahan yang signifikan.

“Apalagi kota Lhokseumawe yang masih hangat dengan korupsi pengadaan sapi yang masif, dan telah terjerat sejumlah pejabat di dalamnya,” tuturnya.

Dikatakan Fadli, selain itu Kemudian juga terkait pembatalan tender rumah dhuafa oleh pemerintah Provinsi Aceh, dan terkait pengadaan mobil dinas yang nominalnya sampai Rp100 Milyar, pihaknya juga menyampaikan kasus dugaan korupsi uang untuk Kombatan Gerakan Aceh Mardeka (GAM) senilai Rp650 milyar, yang kasusnya stagnan di Kejati Aceh sampai saat ini.

Menurutnya, respon KPK sangat baik. KPK akan segera menyikapi dan menindak lanjuti apa saja laporan-laporan yang kami sampaikan tadi. Pihaknya akan melihata ke depan jika ada pejabat yang berbuat salah mungkin akan memakai rompi termahal yang akan diberikan oleh KPK.

“Pejabat Aceh yang jahat dan menyengsarakan Rakyatnya dengan cara korupsi selama ini berhati-hatilah. Karna kita semua tidak tau kapan KPK akan turun ke lapangan. Kita semua harus mendukung segala tindakan KPK atas nama kebenaran, karena korupsi adalah musuh kita bersama,” tuturnya.

Audiensi itu dilakukan oelh perwakilan dari BEM Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh yakni, Muhammad Fadli selaku ketua, Ari Paryoga dan Muhammad Wlly. Disambut langsung oleh Juru bicara (Jubir) KPK Febri Diansyah dan pegawai KPK lainnya.