EKONOMI

Leumang, Kuliner Khas Ramadan Ramai Diminati

LHOKSEUMAWE – Memasuki bulan Ramadan 1441 Hijriah, pedagang berbagai kuliner berbuka puasa mulai berjajaran di pasar dan sejumlah ruas jalan di Provinsi Aceh, tak terkecuali di Kota Lhokseumawe.

Banyak kegiatan yang dilakukan masyarakat ketika sore hari, sembari melakukan jalan-jalan sore atau lebih sering disebut ngabuburit. Mereka juga berburu takjil untuk disajikan di meja makan saat berbuka.

Salah satu kuliner yang diminati masyarakat Aceh sebagai menu berbuka yaitu Leumang Bambu. Makanan tradisional yang terbuat dari beras ketan dan santan ini hampir setiap tahun ketika bulan puasa tiba di buru oleh masyarakat.

Selain menggoda mata, dengan rasa selai yang memanjakan lidah, harga Leumang juga terbilang tidak tergolong dalam kata mahal. Satu porsi Leumang, hanya dijual Rp5000.

Salah seorang pedagang Leumang di Kota Lhokseumawe, Idris mengatakan, untuk pembeli ketika sore hari sangat ramai, bahkan tanpa harus menunggu lama, dalam jangka waktu satu jam, takjil dagangannya itu terjual habis diborong pembeli.

“Alhamdulillah, hari puasa pertama kemarin semuanya habis dan ludes Leumang dagangan saya,” ujarnya.

Sambungnya, masyarakat Aceh, khususnya Kota Lhokseumawe mengaku rasanya tidak lengkap, jika tidak membeli Leumang sebagai salah satu menu saat berbuka.

“Karena Leumang ini memang sudah menjadi makanan khas pada bulan Ramadan,” tuturnya.