NASIONAL

Kisah Balita 15 Bulan yang Berjuang Melawan Kanker Otot

Wartadetik.com, Jakarta – Gibran, balita 15 bulan asal Blora, Jawa Tengah, berjuang melawan kanker otot bernama rabdomiosarkoma (rhabdomyosarcoma). Kanker ini menyerang pada jaringan lunak tubuh, seperti otot dan jaringan ikat (tendon atau urat).

Menurut sang ibu, Istiqomah (22), Gibran terdiagnosis terkena kanker sejak dalam kandungan. Gejalanya baru terdeteksi ketika usia 6 bulan. Saat itu, Gibran memiliki masalah saat buang air kecil dan besar. Ia juga menderita panas yang naik turun. Istiqamah tak menyangka, anak pertamanya tersebut akan terkena penyakit yang serius.

“Yang bikin kaget itu tadi waktu ketahuan tumornya (kanker) itu tadi. Soalnya kan masih kecil udah punya sakit begitu,” kata Istiqomah ditemui Rumah Singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Cabang Semarang, Jawa Tengah, (6/9/2019).

Di usia 7 bulan, Gibran pun menjalani pengangkatan kanker hingga harus menjalani kemoterapi seminggu sekali. Selama menjalani perawatan tersebut, Istiqomah, Gibran, dan sang suami tinggal di Rumah Singgah YKAKI Cabang Semarang di Jl. Kedungjati, Kota Semarang. Sementara pengobatan dilakukan di RSUP Dr. Kariadi.

Tinggal di Rumah Singgah, membantu orang tua seperti Istiqomah yang memiliki anak penderita kanker. Dibandingkan harus menginap di kontrakan atau hotel dengan biaya yang lebih mahal, Rumah Singgah memberikan tempat tinggal sementara hanya Rp 5 ribu per hari.

“Cukup membantu. Karena kalau pulang pergi kan biayanya lumayan,” ungkap Istiqomah.

Setelah menjalani operasi dan kemoterapi, kondisi Gibran kian membaik. Malahan saat ditemui ia sudah mulai aktif.

Rumah Singgah YKAKI Cabang Semarang, sanggup menampung 12 orang pasien. Menurut Ketua YKAKI Cabang Semarang, Vita Mahaswari, sejak berdiri pada 2016 lalu, pihaknya sudah melayani 163 pasien. Mereka datang dari berbagai daerah.

“Yang paling jauh dari Pangkalan Bun, Kalimantan. Dari Aceh juga ada,” ujarnya.

Di Rumah Singgah YKAKI, keluarga pasien kanker bisa mengontrol gizi, mendapat lingkungan bersih yang mendukung kesembuhan pasien, serta jadwal kemoterapi yang teratur. Di samping itu anak-anak penderita kanker juga mendapatkan pendidikan.

“Untuk anak-anak yang sekolah di sini ada guru yang sarjana pendidikan yang kami hired untuk anak-anak belajar setiap hari, sesuai kurikulum sekolah asal,” paparnya.

Selain Gibran, manfaat rumah singgah juga dirasakan oleh Ciliana (42) asal Pontianak. Karena tempat tinggalnya jauh, ia tak perlu menyewa kontrakan atau hotel untuk tinggal selama kemoterapi anaknya, Atfal (18), yang menderita kanker nasofaring.

Atfal sudah menempati Rumah Singgah YKAKI Cabang Semarang sejak lima bulan lalu. Remaja yang memiliki hobi bermain musik itu mengatakan, dirinya sudah pada tahap kanker stadium akhir. Meski begitu kondisinya kini sudah membaik.

Untuk membantu para penderita kanker seperti Gibran dan Atfal dalam mendapatkan fasilitas rumah singgah, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) memberikan bantuan kepada Rumah Singgah YKAKI Cabang Semarang senilai Rp 250 juta. Bantuan ini diperuntukkan bagi pengembangan fasilitas rumah singgah tersebut.

“YKAKI ini ada 8, Saya pertama kali (beri bantuan) di Jakarta dan dikelola dengan baik. Dan sangat membantu bagi pasien penderita kanker,” ungkap Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat, saat penyerahan bantuan di Rumah Singgah YKAKI Cabang Semarang, masih dalam kesempatan yang sama.

“Rumah Singgah ini diperlukan untuk pasien begitu keluar rumah sakit, kemo, pasien sudah tidak bisa tinggal. Cari lagi misalkan untuk sewanya, dia tinggal di tempat seperti ini,” imbuhnya.

Selain memberikan bantuan kepada Rumah Singgah YKAKI, Irwan juga memberikan bantuan kepada para orang tua pasien yang tinggal di tempat tersebut. Totalnya Rp 12 juta. Ia juga menyempatkan untuk berkeliling dan menjenguk pasien yang sedang istirahat di rumah singgah tersebut.

Sumber : Detik.com