POLITIK

Kim Jong-un akan Kunjungi Rusia Setelah Gagal Capai Kesepakatan dengan Trump

WartaDetik.com – Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, dipastikan akan mengunjungi Rusia. Namun tanggal dan detail lain terkait kunjungan tersebut belum dipublikasikan. Hal ini diungkapkan Sekretaris Media Presiden Rusia, Dmitry Peskov.

“Kunjungan itu memang ada dalam agenda. Kami berharap tanggal dan tempat yang tepat akan ditentukan melalui saluran diplomatik dalam waktu dekat,” jelasnya dilansir dari Aljazeera, Rabu (6/3).

Pengumuman ini dikeluarkan saat Kim kembali ke Pyongyang usai bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Vietnam. Dalam KTT kedua di Hanoi, Kim dan Trump gagal menandatangani kesepakatan denuklirisasi maupun pengurangan sanksi terhadap Korut.

Pada Senin (4/3), media Rusia melaporkan anggota kelompok parlemen bidang hubungan Rusia dengan Korut akan mengunjungi Pyongyang pada 12 April mendatang.

Sementara itu, Korea Selatan (Korsel) mengusulkan perundingan tiga arah semi-resmi dengan Amerika Serikat dan Korut saat mereka berusaha mengembalikan diplomasi nuklir ke jalurnya setelah gagalnya KTT Hanoi.

Perundingan itu diusulkan saat pertemuan Dewan Keamanan Nasional pada Senin, dipimpin Presiden Korsel, Moon Jae-in. Moon menyebutnya perundingan adalah prioritas utama Seoul untuk mencegah jangan sampai negosiasi nuklir antara AS dan Korut gagal.

Pada pertemuan itu, Menteri Luar Negeri Korsel, Kang Kyung-wha mengatakan perundingan yang diusulkan itu, yang dapat mencakup para ahli sipil dari AS dan Korsel, akan membantu menyelesaikan perbedaan pendapat terkait berapa banyak sanksi bantuan yang harus diberikan Washington kepada Korut dengan imbalan langkah-langkah pelucutan nuklir.

“Kita harus melihat apa dan bagaimana AS dan Korut memandang situasi saat ini dan kami akan membuat langkah-langkah mediasi praktis,” kata Kang.

“Kami akan menetapkan berbagai langkah untuk membuka kembali dialog antara AS dan Korut. Selain itu, kami akan bekerja sama dengan negara-negara yang tertarik dengan masalah ini, seperti China dan Rusia, untuk membuka kembali dialog AS-Utara sesegera mungkin,” lanjutnya.

Pertemuan pekan lalu antara Trump dan Kim mandek. AS menilai kegagalan mencapai kesepakatan ini karena tuntutan berlebihan Korut terkait bantuan sanksi sebagai imbalan atas tawaran terbatas untuk menutup kompleks nuklir utamanya di Yongbyon.
Korut dilaporkan memiliki situs-situs lain yang memproduksi uranium tersembunyi di seluruh negeri. []

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *