NASIONAL

HMI Kecam Tindakan Represif Polisi Terhadap Mahasiswa

LHOKSEUMAWE – Himpunan Mahasiswa Islam cabang Lhokseumawe – Aceh Utara mengecam oknum pihak Kepolisian yang melakukan tindakan represif serta di luar batas kemanusian, Rabu (25/9).

Kejadian tersebut sehingga mengakibatkan jatuh korban dari pihak mahasiswa di beberapa wilayah Indonesia pada aksi yang berlangsung 24 September 2019 lalu. Kendati demikian sungguh sangat disayangkan dapat mencoreng nama baik institusi kepolisian yang mulai kembali mendapatkan kepercayaan di hati masyarakat.

Ketua Umum HMI Lhokseumawe- Aceh Utara Muhammad Atar mengatakan, Polisi yang seharusnya menjadi pelindung penganyom masyarakat justru melakukan tindakan yang melukai hati rakyat. Aksi 24 september 2019 adalah legal secara konstitusional dan bentuk kekecewaan rakyat kepada pemerintah dan DPR yang telah melemahkan KPK dengan melakukan Revisi UU No 30 tahun 2002 tentang komisi pemberatasan korupsi.

“Mahasiswa Sebagai agen of control, tidak akan berdiam diri melihat kondisi negara yang carut marut sehingga cita-cita Reformasi terbaikan, lagi-lagi hal yang sungguh tidak diinginkan kembali terjadi dengan membenturkan mahasiswa dengan kepolisian,” katanya.

Maka dari itu, sambungnya Himpunan Mahasiswa Islam Lhokseumawe – Aceh Utara mendesak Presiden dan DPR untuk memberhentikan Kapolri karena tidak mampun mengkoordinir anggotanya untuk tidak melakukan tindakan represif, dan HMI menolak Hasil Revisi UU KPK meskipun telah disahkan dalam rapat paripurna DPR.

Jikapun revisi UU KPK tidak bisa di cabut, HMI Lhokseumawe – Aceh Utara mengusulkan pembubaran KPK secara permanen dan mengembalikan kewenanagan pemberatasan korupsi pada aparat penegak hukum, dikarenakan revisi UU KPK sama dengan menciptakan KPK sebagai Macan Ompong

“Demi Menjaga Stabilitas Keamanan HMI mengajak seluruh Mahasiswa dan Masyarakat untuk melantukan doa bersama selama 3 hari berturut – turut agar para pemimpin dan wakil rakyat di jakarta dibukakan hatinya, dan kembali kejalan yang benar,” ujarnya.