DAERAH

Dosen Unimal Raih Gelar Doktor Perdana di Unsyiah

Wartadetik.com, Banda Aceh – Setia Budi, Dosen Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh menjadi doktor perdana Pada Program Studi Doktor Ilmu pertanian Universitas Syiah Kuala. Promosi gelar tersebut berlangsung di Ruang Balai Senat, Lantai 2 Rektor Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Kamis (26/9).

Dosen FP Unimal tersebut mampu dan sukses  mempertahankan penelitian disertasinya yang berjudul ” Model Kemitraan Penyuluhan Pertanian dalam Upaya mewujudkan kemandirian benih ditingkat Petani ” dihadapan 9 tim penguji. Kebaharuan dari Penelitian disertasi adalah menghasilkan sebuah model kemitraan penyuluhan pertanian dengan melibatkan pihak Pemerintah daerah, Perguruan Tinggi, Pihak Swasta dan Kelembagaan Petani dalam mewujudkan kemadirian benih unggul ditingkat pertani.

Para pihak yang terlibat dalam kemitraan tanpa hilangnya peran dan identitasnya masing-masing dapat berkontribusi untuk menjawab masalah yang dihadapi petani padi sawah khususnya ketersediaan bibit unggul ditinggkat petani.

Pihak pemerintah  untuk mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan melalaui tenaga penyuluh dan bantuan sarana produksi   Perguruan tinggi yang terlibat dalam penelitian ini meliputi : IPB, Unsyiah, Unimal dengan Inovasi (benih Unggul IPB 3S) dan Paket teknologi serta pedampingan kepada petani untuk memastikan penarapan paket teknologi.

Peran  pihak swasta berkontribusi dalam membantu dalam hal kepastian pasar dan harga hasil produksi padi petani penangkar benih. Pihak swasta menawarkan harga jual produksi padi sedikit lebih tinggi dari pada harga yang berlaku saat panen. Peran kelembagaan petani penangkar benih yaitu anggota Gapoktan (gabungan kelompok tani)  berkomitmen untuk menerapkan paket tehnologi yang ditawarkan para mitra.

Buah manis dari penerapan kemitraan dapat dilihat dari hasil analisis dampak penerapan model kemitraan penyuluhan pertanian. Dampak pola kemitraan sangat berperan dalam hal peningkatan produksi. Sebelum adanya program kemitraan penyuluhan hasil produksi padi sawah rata-rata 6,7  ton/ Ha. Setelah penerapan  pola kemitraan dan paket teknologinya terjadi peningkatan yang signifikan, yaitu mencapai 8,4 ton/Ha. Peningkatan produksi tidak terlepas dari peran penyuluhan dari para mitra.

Ketua Promotor, Prof Ir. Ahmad Human Hamid, MA menyampaikan bahwa penelitian ini unik kerena melibatkan banyak pihak yang masing-masing pihak berperan sesuai dengan identitas dan fungsi masing-masing dalam melaksanakan kemitaraan (saling membutuhkan, mendukung dan menguntungkan) dalam mewujudkan kemandirian benih di tingkat petani.

Bagian dari disertasi ini telah berhasil di publis di Jurnal internasional di beberapa negara diantaranya Rusia, Turki, Yordania dan Mexico.

“Dalam proses ujian terbuka berlangsung  Setia budi berharap model kemitraan penyuluhan pertanian ini bisa diterapkan ditempat lain dengan adanya kebijakan pemerintah daerah dengan mengoptimalkan sinergisitas dengan perguruan tinngi, pihak swasta, kelembaga petani sehingga kemandiriaan benih ditingkat petani mampu untuk diwujudkan dan mengahadirkan kesejahteraaan melalui peningkatan produksi, efisiensi pengunaan input produksi dan peningkatan nilai tambah dalam pengolahan benih yang dinikmati oleh petani,” jelasnya.

Benih padi bisa tersedia dekat, sambungnya, terjangkau dan berkualitas yang dibutuhkan oleh petani disatu daerah. Penerapan model kemitraan penyuluhan pertanian di Provinsi Aceh sangat memungkinkan untuk diwujudkan karena  tersedianya sumberdaya para mitra.

Mulai dari tersedianya aparat penyuluh pertanian yang tersebar diseluruh kecamatan, mengandeng penguruan tinggi pertanian baik negeri maupun  swasta untuk memperbesar nilai manfaat dari  inovasi yang anak negeri hasilkan.

Pihak swasta yang terlibat dalam penyediaan dan distribusi benih padi unggul  serta kelembagaan petani (gapoktan) yang sudah merata adanya diseluruh gampong di Provinsi Aceh. Model ini juga tawaran strategis untuk mewujudkan cita-cita pemerintah Aceh  Aceh Muego menuju Aceh Troe,” ungkapnya.

Kegiatan kemitraan penyuluhan pertanian  antar  pihak/lembaga bisa menjadi sebuah model yang strategis dalam pelaksanaan pemberdayaan kepada petani. Model penyuluhan  kemitraan pertanian menjadi aspek yang sangat penting untuk diperhatikan dalam mewujudkan kesejahteraan petani. Penerapan model kemitraan penyuluhan pertanian yang berkeadilan  pada hakekatnya kita sedang membaca dan mengamalkan  potongan  firman Allah dalam surah Al-Maidah ayat 2: “Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran”.

Selama proses ujian terbuka berlangsung berbagai pertanyaan berkaiatan model kemitraan penyuluhan pertanian untuk mewujudkan kemandirian benih yang dilayangklan oleh tim penguji mampu dijawab dengan baik dan memuaskan para penguji. Diakhir Ujian Ketua sidang mengumunkan nilai yang diraih promovendus (calon doktor) rata-rata 89.64 dengan nilai mutu A dan IPK terakhir 3.94.

Ucapan selama dari Civitas Akademika Fakultas Pertanian (FP-Unimal) untuk DR. Setia Budi, SP. M.Si

Sidang terbuka yang berlangsung lebih dari 2.5 jam, selain dihadiri oleh para penguji  juga dihadiri oleh pimpinan Fakultas, Program Studi, Mahasiswa  Doktoral dilingkungan Unsyiah. Jajaran Pimpinan Fakultas Pertanian Unimal serta Rekan sejawat dari Fakultas Pertanian serta para sahabat yang memenuhi ruangan sidang Senat Universitas Syiah Kuala.

”Selamat kepada Doktor Setia Budi dan Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh Semoga Ilmu dan gelar yang didapatkan dapat bermanfaat dalam dunia pendidikan di Instansinya dan masyarakat tani pada umunya,” pungkasnya.