NASIONAL

Bersih-bersih preman Tanah Abang dan Pasar Tomang

Wartadetik.com, Jakarta – Aksi premanisme di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang terekam dan tersebar di jagad media sosial membuat aparat kepolisian bergerak.

Jumat (6/9/2019), empat dari sepuluh orang yang diamankan atas dugaan pemalakan dan kekerasan di kawasan Blok F Pasar Tanah Abang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Metro Tanah Abang.

Keempatnya teridentifikasi sebagai Supriyatna (40), Nurhasan (26), Tasiman (22), dan M. Iqbal Agus (21). Dari keempat tersangka, polisi menyita barang bukti seperti pecahan uang ribuan rupiah, jaket, dan tas yang digunakan sebagai tempat menyimpan uang hasil pemalakan.

Kepala Polsek Metro Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono mengungkap modus preman-preman yang kerap memalak pengguna mobil di Tanah Abang.

Umumnya para preman ini mengincar pedagang-pedagang Pasar Tasik, pasar grosiran yang aktivitasnya hanya berlangsung setiap Senin dan Kamis.

Titik kumpul mereka memang di kawasan Blok F Pasar Tanah Abang, sebab lokasi tersebut merupakan pintu keluar kendaraan dari dalam kawasan Tanah Abang.

Mereka beraksi seperti “Pak Ogah”, membantu arus lalu lintas lalu meminta imbalan. Namun, imbalan yang ditagihkan dalam bentuk paksaan.

Satu mobil bisa dipaksa membayar Rp20 ribu sampai Rp25.000—dalam bentuk pecahan Rp500-Rp5.000—yang dibagi sedikitnya kepada lima preman di situ.

Kata Lukman dalam Antaranewsaksi keempat tersangka sudah berlangsung selama satu tahun. Beberapa di antara tersangka juga diketahui sebagai residivis.

Bersih-bersih preman tak hanya di Tanah Abang. Empat preman di Pasar Tomang, Jakarta Barat, juga diamankan Tim Pemburu Preman (TPP) Kepolisian Resor (Polres) Jakarta Barat.

Keempatnya diamankan pada Sabtu (7/9/2019) dini hari. Mereka terciduk sedang memeras pedagang sayur dan sopir truk yang melintas di sekitar lokasi.

Ketua Tim 2 TPP Polres Jakarta Barat Briptu Helmi dalam keterangannya menyebut aksi pemalakan para preman kerap diikuti ancaman dengan senjata tajam. Dari hasil pemeriksaan, para pelaku mengaku uang hasil palak tersebut biasanya digunakan untuk membeli minuman keras.

“Mereka juga tidak mau kalau dikasih uang Rp5.000,” kata Helmi, dikutip dari detikcom.

Para tersangka premanisme bisa dijerat Pasal 368 KUHP Tentang Perampasan dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun penjara.

PD Pasar Jaya jamin keamanan

Kendati video perampasan viral di media sosial, Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin tetap memastikan gedung yang dikelolanya di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, itu bebas dari preman.

Selain ada petugas keamanan gedung, pada bagian luar biasanya juga diawasi oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta dan juga kepolisian setempat. “Kami pastikan di dalam pasar atau gedung Tanah Abang tidak ada preman karena kami memiliki sekuriti di sana,” kata Arief, Sabtu.

Merespons kejadian ini, Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin mengaku selama ini pihaknya telah menerjunkan 50 personel di kawasan Tanah Abang. Patroli penjagaan dilakukan secara rutin dengan turut melibatkan koordinasi pihak kepolisian.

“Ada penempatan personel di beberapa titik yang memang dianggap rawan,” kata Arifin, tanpa menjelaskan lebih jauh mengapa aksi premanisme di Tanah Abang itu terjadi bahkan sejak satu tahun terakhir.

Untuk memastikan aksi pemerasan tak terjadi lagi, Arifin mengaku bakal menambah personel di kawasan Tanah Abang, sekurang-kurangnya 100 orang. Sehingga total personel Satpol PP yang berjaga di kawasan itu mencapai 150 orang.

Di sisi lain, pihak Polres Metro Tanah Abang mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk segera melaporkan segala bentuk kejahatan kepada pos polisi terdekat agar dapat langsung dilakukan penindakan.

Sumber : Beritagar.id