NASIONAL

Baru Dua Tahun Pimpin Jakarta, Anis Sukses Kembangkan 12 Program Ini

Jakarta – Dua tahun lebih Anis Baswedan telah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, perkembangan Ibu Kota Jakarta terus meningkat, hal ini terlihat dari hasil visi dan misi yang diwacanakan dulu saat mencalonkan diri mencalonkan diri. Namun, pro dan kontra pun ramai dibincangkan soal kinerja sang Gubernur. Bahkan belakangan ini yang menjadi sorotan adalah anggaran DKI Jakarta yang dianggap tidak wajar.

Sebenarnya apa saja yang sudah dilakukan Anis Baswedan selama ini. Anies pun telah memaparkan keberhasilannya selama dua tahun memimpin Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta maupun melalui konferensi pers yang telah diterbitkan diberbagai media, seperti kompas.com pada Rabu (16/10/201) lalu. Berikut sejumlah program yang diklaim Anies berhasil selama dua tahun menjabat sebagai gubernur.

1. Pengguna transportasi umum meningkat

dalam dua tahun kepemimpinannya, Pengguna transportasi umum di DKI Jakarta meningkat. Menurut Anies, peningkatan pengguna transportasi umum ini salah satunya terlihat dari jumlah pengguna transjakarta yang meningkat dalam dua tahun. “Dalam dua tahun dari 2017 hingga 2019, jumlah penumpang naik hampir dua kali lipat kisaran 640.000 penumpang per hari,” kata Anies.

Jumlah penumpang meningkat sejalan dengan terus bertambahnya armada transportasi umum, yaitu pada 2017 sebanyak 2.380 unit, 2018 sebanyak 3.017 unit, dan 2019 sebanyak 3.548 bus. Pada 2019, fasilitas bus transjakarta terintegrasi dengan dua moda transportasi lain berbasis rel, yakni MRT di Bundaran HI dan LRT di Jalan Pemuda. Anies mengklaim, jumlah rata-rata penumpang MRT Jakarta mencapai 94.824 orang per hari pada Juli 2019. Sementara uji coba LRT Jakarta telah melayani 798.000 penumpang dalam jangka waktu 11 Juni hingga 13 Oktober 2019.

2. Kemacetan berkurang Sering dengan pembangunan infrastruktur transportasi massal

Kemacetan Jakarta pada 2018 menurun dibandingkan 2017. Pada 2017, Jakarta dinyatakan sebagai kota termacet keempat di dunia. Peringkat Jakarta kemudian menurun pada 2018.

“Di tahun 2017, Jakarta adalah kota termacet nomor 4 di dunia. Tahun 2018, turun menjadi nomor 7 termacet di dunia,” ujar Anies. Anies menargetkan Jakarta tidak akan lagi masuk sebagai 10 besar kota termacet dunia dalam waktu dekat.

3.  1,1 juta warga penerima kartu bantuan sosial Anies

Pemprov DKI Jakarta telah memberikan bantuan dalam bentuk kartu bantuan sosial kepada sekitar 1,1 juta warga Jakarta pada 2019 atau dua tahun dia memimpin Ibu Kota. Kartu bantuan sosial yang dimaksud yakni Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta, Kartu Lansia Jakarta, dan Kartu Pekerja Jakarta. “Secara keseluruhan, jumlah pemegang kartu-kartu bantuan sosial DKI Jakarta jumlahnya mencapai 1.107.000-an orang,” tutur Anies.

Anies merinci, penerima KJP Plus pada tahap 1 tahun 2019 mencapai 860.397 siswa. Kemudian, penerima KJMU pada 2019 sebanyak 5.061 mahasiswa. Penerima Kartu Pekerja Jakarta sebanyak 17.934 pekerja pada 2019. Kemudian, jumlah penerima Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta pada 2019 sebanyak 7.137 orang. Terakhir, penerima Kartu Lansia Jakarta sebanyak 40.419 orang.

4. Harga kebutuhan pokok terkendali

Harga kebutuhan pokok di Jakarta selalu terkendali selama dua tahun kepemimpinannya di Jakarta. “Alhamdulillah selama dua tahun ini, harga kebutuhan pokok di Jakarta relatif terkendali, bahkan di beberapa fase kita mengalami penurunan harga,” ucapnya.

Anies menuturkan, Pemprov DKI selalu menjaga suplai kebutuhan pokok untuk mengantisipasi permintaan pasar. Hal tersebut bertujuan menjaga stabilitas pangan di Jakarta.

5. Revitalisasi 134 kilometer trotoar

Pemprov DKI telah merevitalisasi trotoar sepanjang 134 kilometer pada 2017-2019. Beberapa trotoar yang direvitalisasi berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, Jalan Kemang Raya, Jalan Dr Satrio, Jalan Cikini Raya, dan Jalan Jalan Otto Iskandardinata. Revitalisasi trotoar akan dilanjutkan pada 2020. Pemprov DKI mengusulkan anggaran Rp 1,1 triliun untuk revitalisasi trotoar pada 2020.

“Kami melakukan revitalisasi di tahun 2017-2019 sepanjang 134 kilometer dan targetnya nanti tahun depan, kita akan menata 47 kilometer,” ujar Anies.

6. Realisasikan rumah DP Rp 0 Dua tahun Anies menjabat

Pemprov DKI Jakarta membangun 780 unit rumah dengan uang muka atau down payment (DP) Rp 0. Rumah itu dibangun oleh badan usaha milik Pemprov DKI, Perumda Pembangunan Sarana Jaya, di Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

“Perumahan DP Rp 0 yang alhamdulillah sudah dibuka, ada 780 unit,” kata Anies.

Nyatanya, jumlah unit rumah DP Rp 0 yang sudah dibangun itu masih jauh dari target, yakni 232.214 unit hunian yang harus dibangun dalam lima tahun kepemimpinan Anies. Target tersebut tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2018 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta tahun 2017-2022.

Dalam perda tersebut, program rumah dengan DP Rp 0 ditargetkan 14.000 unit dibangun oleh BUMD dan 218.214 unit dibangun melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dan mekanisme pasar. Dengan adanya rumah DP Rp 0 yang dibangun Sarana Jaya, Pemprov DKI berharap perusahaan swasta mulai mau membangun rumah dengan DP Rp 0. “Kita sedang menyiapkan pergubnya untuk insentif bagi swasta membangun hunian DP Rp 0,” kata Anies.

7. Perluas jangkauan OK OCE

Pemprov DKI Jakarta telah memperluas jangkauan program One Kecamatan One Center for Entrepreneurship (OK OCE) dalam dua tahun kepemimpinannya. Pemprov DKI kini tidak hanya menyasar wirausaha pemula, tetapi juga melatih wirausaha untuk mengembangkan usahanya. “Sekarang justru programnya diperluas, menjangkau semua. Memang nama programnya adalah PKT, program kewirausahaan terpadu, yang semuanya itu bisa dijangkau, bukan hanya pemula. Kemarin OK OCE kita banyak menjangkau pemula,” ujar Anies.

8.  Bangun rumah aman untuk anak dan perempuan

Pemprov DKI telah membangun empat rumah untuk melindungi anak dan perempuan dari tindak kekerasan dalam tahun kepemimpinannya di Jakarta. Dua rumah aman dibangun pada 2018, dan dua rumah aman lagi dibangun pada 2019. “Alhamdulillah telah terbangun empat rumah aman,” ucap Anies.

Rumah aman merupakan tempat kediaman sementara atau tempat kediaman baru yang dirahasiakan dan diperuntukkan bagi perempuan dan anak korban tindak kekerasan. Selain itu, Anies menyatakan, Pemprov DKI juga sudah membangun 19 pos pengaduan yang berlokasi di ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) dan rumah susun.

9. Bebaskan pajak bumi dan bangunan

Pemprov DKI telah membebaskan pajak bumi dan bangunan (PBB) kepada 19.929 wajib pajak. Pembebasan wajib pajak diberikan kepada pensiunan PNS, purnawirawan TNI/Polri, hingga mantan wakil presiden.

“Pembebasan PBB ini di bulan September 2019 sudah ada 19.929 obyek pajak yang digratiskan,” ujar Anies.

10.  Aspal jalan kampung Anies menyatakan, Pemprov DKI banyak mengaspal jalan-jalan kampung di Jakarta. Pemprov DKI juga menambah penerangan jalan umum di jalan-jalan kampung. Tujuannya untuk memastikan kampung-kampung di Jakarta aman dan layak dihuni.

“Salah satu program yang serius kita kerjakan selama dua tahun ini adalah pengaspalan jalan-jalan kampung,” kata dia.

11.  Sediakan kapal cepat untuk warga pulau terluar Jakarta

Pemprov DKI menambah enam unit kapal cepat untuk melayani transportasi warga antar-pulau di Kepulauan Seribu pada awal 2019. Kapal cepat itu salah satunya melayani warga di Pulau Sebira, pulau terluar di DKI Jakarta. Baca juga: BNN Imbau Pemerintah Daerah Meregistrasi Kapal Cepat “Ke Pulau Sebira, pulau paling jauh dari daratan Pulau Jawa, lebih dekat ke Lampung, sekarang sudah ada rute kapal cepat sekali sehari. Semula mereka harus mencapai Jakarta 6-8 jam, sekarang dengan speedboat ini bisa dicapai dalam 2-2,5 jam,” ujar Anies.

12.  Provinsi pertama yang swakelola PMTAS

Pemprov DKI Jakarta merupakan provinsi pertama di Indonesia yang melakukan swakelola untuk program pemberian makanan tambahan anak sehat (PMTAS) bagi siswa. Program swakelola ini diluncurkan pada 2018 dan diberikan kepada 144.000 siswa. “Kami melibatkan para orangtua murid untuk mereka memasak dan menyajikan sehat bagi anak-anaknya,” kata Anies. “Kita biasa menyebut ini dengan pengadaan swakelola tipe III dan IV yang kami lakukan. DKI merupakan provinsi pertama yang melaksanakan swakelola itu,” tambah dia.